Beranda > Artikel > Mengganti Domain Contoller Server 2000 ke 2003

Mengganti Domain Contoller Server 2000 ke 2003

ehmm..pekerjaan yang kadang menghawatirkan kalau sudah berhubungan dengan Domain Controller (DC), karena DC ini bisa dikatakan jantungnya dari jaringan windows. Jika DC ini problem akan berimpact ke seluruh komputer yang berada pada domain tersebut.

Disini saya akan berbagi pengalaman ketika saya demote domain controller pada server lama yang OS-nya windows server 2000, yang nantinya server ini akan di-quarantine:) dan akan diganti dengan server baru yang ber-OS windows server 2003. Selain itu nama dan IP address dari server baru nanti harus sama, dengan alasan agar tidak ada perubahan konfigurasi pada applikasi-aplikasi yang menggunakan DC ini dan juga karena server ini juga merupakan DNS server, maka menggunakan IP address yang sama tidak perlu lagi melakukan perubahan pada DHCP server dan pada server atau client yang menggunakan IP statik.

Pertama yang saya lakukan adalah semua domain controller dibackup  system state-nya berikut drive yg berisi data system dan data  instalasi dari active directory-nya. Bisa juga sih hanya satu domain controller yang megang FSMO-nya saja yang di backup, namun kalau akan merestorenya perlu dilakukan  Authoritative Restore biar semua DC datanya mengacu pada data hasil restore ini , tapi kebetulan yang saya manage tidak banyak server DC nya, jadi masih tidak merepotkan jika di backup semuannya juga. Untuk memastikan sistem active directory masih jalan jika server lama ini di demote, saya disable dahulu LAN dari server lama itu. lakukanlah testing seperti ; login, bikin object user, join domain, dsb. Oh..ya..sebelum di disable apalagi kalau mau di demote, pastikan di site dimana lokasi dari DC yang akan di  disable/demote ada DC lain sebagai Global Catalognya ya. Kalau tidak ada DC lain, ya harus bikin dulu additional DC lain, apalagi kalau server lama itu pemegang FSMO, harus pindahkan dulu tuh FSMO-nya.

Nah jika no problem, lanjut ke tahap kedua. Demote AD dari server lama, berharap sih berjalan mulus, eh…ternyata error, klik disini kalau ingin tahu errornya dan solusinya:). Tapi Alhamdulillah errornya dapat di atasi, server lama bisa di demote dengan mulus. Klik disini untuk melihat langkah-langkah demote DC.

Selesai demote lanjut tahap ke tiga, uninstall DNS server (Jika server ini juga selaku DNS server), klik disini untuk melihat langkah-langkahnya.

Pada tahap empat, saya lakukan pergantian nama dan IP address, karena nama dan IP address ini akan digunakan lagi untuk DC yang baru. setelah berhasil, lakukan pergantian nama komputer dan IP address pada server yang baru dengan menggunakan nama dan IP adress dari server lama tadi.

Tahap ke lima, jadikan server yang baru tadi sebagai Additional DC, klik disini untuk langkah-langkah membuat Additional DC.

Tahap ke enam, install DNS pada server additional DC tadi.

Akhirnya selesai juga dan sukses.

Semoga bermanfaat,

Nana Sutisna

Iklan
Kategori:Artikel
  1. Januari 10, 2011 pukul 3:58 pm

    info baru nih. makasih banyak..

  2. September 3, 2017 pukul 10:24 am

    Нi there, I check yoᥙr blog on a regular basis.
    Your humoriѕtic style is awesome, kеep it սp!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: